Jumat, 03 Juli 2015

[066] At Tahriim Ayat 004

««•»»
Surah At Tahriim 4

إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَلِكَ ظَهِيرٌ
««•»»
in tatuubaa ilaa allaahi faqad shaghat quluubukumaa wa-in tazhaaharaa 'alayhi fa-inna allaaha huwa mawlaahu wajibriilu washaalihu almu/miniina waalmalaa-ikatu ba'da dzaalika zhahiirun
««•»»
Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu'min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula.
««•»»
If the two of you[1] repent to Allah …[2] for your hearts have certainly swerved, and if you back each other against him, then [know that] Allah is indeed his guardian, and Gabriel, the righteous among the faithful, and, thereafter, the angels are his supporters.
[1] That is, Ḥafṣah and ʿĀyishah, two of the Prophet’s wives.
[2] Ellipsis. The omitted phrase is, ‘it will be better for you.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa jika Hafsah dan `Aisyah mau bertobat kepada Allah, mengatakan bahwa dirinya telah menyalahi kehendak Nabi SAW. keduanya cinta kepada apa yang dicintai Nabi, dan membenci apa yang dibenci Nabi SAW. berarti keduanya telah cenderung untuk menerima kebaikan.

Diriwayatkan dari Ibnu `Abbas bahwasanya dia berkata: "Saya senantiasa ingin menanyakan kepada Umar R.A. tentang dua istri Nabi SAW. yang ditujukan kepadanya firman Allah: "Jika kamu berdua bertobat kepada Allah sampai Umar menunaikan ibadah haji dan saya pun menunaikan ibadah haji bersama dia. Pada waktu itulah ketika Umar di dalam perjalanannya mampir berwudu' dan saya gugur kedua tangannya, saya bertanya: "Wahai Amirul Mukminin Siapakah kedua istri Nabi yang ditujukan firman Allah kepadanya: "Jika kamu berdua bertobat kepada Allah....." Maka Umar R.A. menjawab: Wahai Ibnu Abbas! Kedua istri Nabi SAW. yang dimaksud itu ialah Aisyah dan Hafsah. Tetapi kalau kedua (`Aisyah dan Hafsah) tetap sepakat berbuat apa yang menyakiti hati Nabi SAW. dengan menyiarkan rahasianya, namun tidaklah keduanya dapat menyusahkan Nabi, karena Allah-lah pelindungnya, membantunya di dalam urusan agamanya dan semua hal yang dihadapinya, dan begitu pula Jibril, dan orang-orang mukmin yang saleh, serta para malaikat pun turut menolong dan membantunya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Jika kamu berdua bertobat) yakni Siti Hafshah dan Siti Aisyah (kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong) cenderung untuk diharamkannya Siti Mariyah, artinya, kamu berdua merahasiakan hal tersebut dalam hati kamu, padahal Nabi saw. tidak menyukai hal tersebut, dan hal ini adalah suatu perbuatan yang berdosa. Jawab Syarat dari kalimat ini tidak disebutkan, yakni jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka tobat kamu diterima. Diungkapkan dengan memakai lafal quluubun dalam bentuk jamak sebagai pengganti dari lafal qalbaini, hal ini tiada lain karena dirasakan amat berat mengucapkan dua isim tatsniah yang digabungkan dalam satu lafal (dan jika kamu berdua saling bantu-membantu) lafal tazhaahara artinya bantu-membantu. Menurut qiraat yang lain dibaca tazhzhaharaa bentuk asalnya adalah Tatazhaaharaa, kemudian huruf ta yang kedua diidgamkan ke dalam huruf zha sehingga jadilah tazhzhaaharaa (terhadapnya) terhadap Nabi saw. dalam melakukan hal-hal yang tidak disukainya, yakni membuat susah Nabi saw. (maka sesungguhnya Allah adalah) lafal huwa ini merupakan dhamir fashl (Pelindungnya) maksudnya, yang menolongnya (dan begitu pula Jibril dan orang-orang mukmin yang saleh) seperti Abu Bakar dan Umar r.a. Lafal ini diathafkan secara mahall kepada isimnya inna, yakni begitu pula mereka akan menjadi penolongnya (dan selain dari itu malaikat-malaikat) yaitu sesudah pertolongan Allah dan orang-orang yang telah disebutkan tadi (adalah penolongnya pula) maksudnya mereka semua menjadi penolong Nabi terhadap kamu berdua.
««•»»
If the two of you, namely, Hafsa and ‘Ā’isha, repent to God … for your hearts were certainly inclined, towards the prohibition of Māriya, that is to say, your keeping this secret despite [knowing] the Prophet’s (s) dislike of it, which is itself a sin (the response to the conditional [‘if the two of you repent to God’] has been omitted, to be understood as, ‘it will be accepted of both of you’; the use of [the plural] qulūb, ‘hearts’, instead of [the dual] qalbayn, ‘both [your] hearts’, is on account of the cumbersomeness of putting two duals together in what is effectively the same word); and if you support one another (tazzāharā: the original second tā’ [of tatazāharā] has been assimilated with the zā’; a variant reading has it without [this assimilation, tazāharā]) against him, that is, the Prophet, in what he is averse to, then [know that] God, He (huwa, [a pronoun] for separation) is indeed his Protector, His supporter, and Gabriel, and the righteous among the believers, Abū Bakr and ‘Umar, may God be pleased with both of them (wa-Jibrīlu wa-sālihu’l-mu’minīna is a supplement to the [syntactical] locus of the subject of inna [sc. ‘God’]), who will [also] be his supporters, and the angels furthermore, further to the support of God and those mentioned, are his supporters, assistants of his, in supporting him [to prevail] over both of you.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of12
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=66&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#66:4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar